BLOG BERPINDAH


kepada pembaca setia blog ini.
Blog ini telah berpindah ke alamat


http://futopsecret.blogspot.com

Jumaat, 22 Oktober 2010

Pemuda Bani Tamim Perintis Jalan Imam Mahdi

Dalam sebuah hadis berbunyi "Dari Abdullah bin Mas’ud r.a. dia berkata, ketika kami berada ‘di sisi Rasulullah SAW tiba-tiba datang sekelompok anak-anak muda dan kalangan Bani Hasyim. Apabila terlihat akan mereka, maka kedua mata Rasulullah SAW berlinang air mata dan wajah beliau berubah. Aku pun bertanya, “Mengapakah kami melihat pada wajahmu sesuatu yang tidak kami sukai?” Beliau menjawab, “Kami ahlul bait telah Allah SWT pilih untuk kami akhirat lebih utama dari dunia. Kaum kerabatku akan menerima bencana dan penyinggkiran sepeninggalku kelak sampai datangnya suatu kaum dari sebelah timur yang membawa bersama mereka panji-panji berwarna hitam. Mereka meminta kebaikan tetapi tidak diberikannya. Maka mereka pun berjuang dan memperoleh kemenangan lalu diberikanlah apa yang mereka minta itu, tetapi mereka tidak menerimanya, hingga mereka menyerahkannya kepada seorang lelaki dan kaum kerabatku yang memenuhi bumi dengan keadilan. Sebagaimana bumi dipenuhi dengan kedurjanaan. Siapa diantara kamu yang sempat menemuinya maka datangilah mereka walaupun merangkak di atas salji. Sesungguhnya dia adalah Al Mahdi. (riwayat Abu Daud, Al Hakim At Tarmidzi, Ibnu Majjah, lbnu Hibban, Abu Nu’aim, lbnu ‘Asakir, Ibnu‘Adli, Adh Dhahabi, Abu Asy Syeikh)

“Dan Ibnu Umar r.a. bahwa Nabi SAW sambil memegang tangan Sayidina Ali telah bersabda: “Akan keluar dan sulbi ini seorang pemuda yang akan memenuhi bumi ini dengan keadilan (Imam Mahdi) . Maka apabila kamu menyakini yang demikian itu, hendaklah kamu bersama pemuda dari Bani Tamim. Sesungguhnya dia datang dari sebelah timur dan dialah pemegang panji-panji Al Mahdi.”(Riwayat At Thabrani)
Berdasarkan hadits di atas jelaslah bahwa kebangkitan Islam di akhir zaman terjadi di tangan seorang pemuda dan Bani Tamim. Bani Tamim adalah salah satu cabang dan kabilah Quraisy. Yakni pemuda yang dikatakan akan menyerahkan panji-panji hitam kepada Imam Mahdi. Dengan kata lain perjuangan Pemuda Bani Tamim dan Imam Mahdi berkait erat dan sambung-menyambung.Pemuda Bani Tamim ibarat switch, sedangkan Imam Mahdi sebagai lampunya. Apabila switch tidak ditekan, maka lampu tidak akan menyala. Artinya Imam Mahdi belum akan ‘zahir’ bila Pemuda Bani Tamim belum membuat tapaknya.

Pemuda Bani Tamim merintis jalan kemudian disambung oleh Imam Mahdi yang akan menegakkan Ummah. Perjuangan dua orang pemimpin ini seperti perjuangan Nabi Harun as. dan Nabi Musa as, yakni berjuang bersama dalam satu zaman dengan mind dan metode yang sama. Kalau diibaratkan orang yang sedang membangun rumah, maka Pemuda Bani Tamim adalah orang yang membangunkan pondasi rumah itu. Untuk membangun rumah yang kokoh tentulah pondasinya harus kuat. Imam Mahdi bertugas membangun rumah tersebut, melengkapinya dengan dinding, atap, pintu, jendela, lantai dan sebagainya. Sedangkan Nabi Isa berperan untuk menyempumakan rumah itu, mengisi dengan perabot, menata, serta menghiasinya dengan seindah mungkin. Demikianlah gambaran peranan tiga orang pemimpin besar kurun ini.
Mengingat pentingnya peranan Pemuda Bani Tamim sudah sepatutnya umat Islam berusaha mencarinya agar dapat dalam kebenaran serta ikut berperan dalam perjuangannya. Bersamanya kita akan mendapat keselamatan dan kejayaan di dunia dan di akhirat.
Tetapi tidak tertutup peluang bagi setiap pemimpin yang memiliki cita-cita Islam yang tinggi atau pun bagi para ulama yang merasa dirinya mampu, yang dapat berusaha menjadikan dirinya Pemuda Bani Tamim, siapa tahu dia adalah Pemuda yang disabdakan. Seperti halnya para sahabat berlomba-lomba untuk membuktikan sabda Rasulullah SAW bahawa konstantinopel akan jatuh ditangan pemimpin yang baik, dengan harapan di tangan merekalah terjadinya janji itu.
Oleh kerana itu, siapa pun dipersilakan untuk merebut peluang ini. Tidak salah dan tidak keterlaluan bila seseorang berlomba-lomba membuktikan dirinya sebagai Pemuda Bani Tamim selagi tanda-tanda besarnya belum terjadi. Bahkan sepatutnya begitu supaya kita sensitif dan serius terhadap setiap janji-janji Allah.
Namun sekiranya kita mampu untuk mencapai cita-cita yang amat tinggi itu kita mesti melihat dan mencari kalau ada orang lain yang mampu dan memang sedang bersungguh-sunguh merintis jalan. Bila ternyata ada seseorang pemimpin dan jemaahnya yang telah mampu membuat model masyarakat Islam, maka bergabunglah dengan perjuangannya dan jangan tunda-tunda lagi.

Tiada ulasan: