BLOG BERPINDAH


kepada pembaca setia blog ini.
Blog ini telah berpindah ke alamat


http://futopsecret.blogspot.com

Rabu, 22 Disember 2010

TABUNG TAQWA



Allah SWT itu satu-satunya Tuhan bagi sekalian alam. Dan semua makhluk setuju bahwa Dia adalah Maha Kaya Raya. Bank Allah itulah Bank Paling Agung karena semua bank-bank lain adalah di bawah percaturannya. Berkata tentang kekayaanNya itu, Allah berfirman:
Dan kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan yang di bumi, dan sungguh Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu; bertakwalah kepada Allah. Tetapi jika kamu kafir, maka (ketahuilah), sesungguhnya apa yang di langit dan apa yang di bumi hanyalah kepunyaan Allah dan Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. QS: An Nisaa ayat 131
Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan segala yang ada di bumi. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya lagi Maha Terpuji. QS: AL Haj ayat 64
Abuya-lah yang memperkenalkan tentang konsep ini, bahkan satu-satunya manusia yang hidup di atas kewujudan bank Tuhan ini. Urusan perdagangan dan urusan sistem ekonomi dan keuangan Abuya semuanya ditunjang oleh sumber keuangan yang sangat istimewa ini. Sejak dari kecil, remaja dan dewasanya Abuya hidup dan berjuang adalah mengambil dari bank Tuhan ini.
Keyakinan beliau ialah semua orang-orang kaya di dunia ini, mendapatkan kekayaannya dari Allah. Contoh: Ada seorang tauke emas, ditaqdirkan memiliki tambang emas oleh Allah. Kaya rayalah dia dan jadi sumber untuk mengkayakan bank. Tapi bila Allah hendak menjatuhkan ekonominya, maka Allah buat apa saja sehingga dia jadi miskin dan sekaligus menjatuhkan bank-bank. Ini pernah kita alami, menyaksikan bagaimana bank-bank di Asia berjatuhan. Demikian juga dengan kejadian yang menimpa Amerika. Tiba-tiba ekonominya jatuh. Allah bilamana hendak mengkayakan seseorang atau hendak memiskinkan, hanya berkata ‘Jadi! Maka jadilah ia.’
Baginda Al Fata Attamimi tidak pernah dimiskinkan Allah, walaupun berada dalam suasana yang sepatutnya ia miskin. Sebabnya kata Abuya, Islam di zaman ini tidak boleh sama sekali dilihat miskin. Oleh karena itu Allah SWT menyediakan sumber keuangan untuk Abuya yang sangat khusus dan istimewa. Kalau orang lain dikayakan dengan lahan kelapa sawit, karet, sawah padi, lumbung minyak, bijih timah, besi, batu bara, hasil bumi, laut, hutan, sungai, danau dan lain-lain, tapi tidak demikian untuk Abuya. Abuya tidak pernah membuat bisnis, pertanian atau pertambangan apa pun untuknya karena Allah telah menyiapkan SUMUR uang. Sumur ini wujud di sisi Allah dan bila Abuya memerlukannya akan memanggil Allah untuk mengeluarkannya. Seperti bank-bank di dunia ini ada peti-peti uangnya, bila diperlukan dibuka kunci dan diambil sejumlah yang dikehendaki.
Abuya ada anak kunci bank Tuhan ini. Bila uang diperlukan dia akan membuka kuncinya maka uang itu pun keluarlah sebanyak yang Abuya mau. Siapa pun bertanya kepada Abuya, dari mana Abuya mendapat uang, spontan Abuya akan jawab ‘Dari bank Tuhan.’
Dalam jemaahnya Abuya akan berikan anak kunci bank Tuhan ini kepada siapa saja yang bekerja full time dengannya. Semua pekerjanya dibayar dengan nilai berapakah keperluan hidup dan perjuangannya.
Abuya sangat takut jika anak-anak buahnya itu ditipu oleh dunia. Dunia akan membuat manusia tidak lagi bercita-cita hidup untuk Tuhan dan berjuang sepenuh waktunya di jalan Allah. Dunia ini bukan tujuan kata Abuya. Sebab itu Abuya menciptakan satu ciri khusus untuk dia dan orang-orangnya. Yaitu hidup dengan ciri-ciri pribadi miskin, jemaah Islam kaya. Maka jadilah Abuya dan orang-orang Abuya itu miskin tapi kaya atau kaya tapi miskin. Bagi mereka yang mempersiapkan hidup yang selamat di hari hisab, sungguh akan berbahagia dengan identitas miskin tapi kaya ini. Namun bagi orang yang selain itu hatinya, sungguh benci dengan gaya hidup ini.
Untuk itulah maka didalam jemaah Abuya diwujudkan Tabung Taqwa. Dia ialah gugusan dari bank Tuhan yang direalisasikan menjadi bank Ikhwan atau Tabung Taqwa. Langkah-langkah kewujudan dan pelaksanaannya adalah seperti berikut:
Setelah diberikan kunci-kunci bank Tuhan kepada setiap anggota jemaahnya, Abuya pun meminta mereka semua mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya. Tapi uang itu tidak disimpan sebagai milik peribadi. Lebihan dari keperluan hidup perjuangan, uang itu ditabungkan bersama-sama dalam satu simpanan bernama Tabung Taqwa.
Yakni hasil mengusahakan taqwa, mengabdikan diri bekerja full time untuk Islam, untuk Allah dan Rasul, maka seseorang akan dibayar oleh Allah. Bayaran itu diberi Allah sesuai dengan ketakwaan dan kategori perjuangan. Uang yang bersumber dari Allah, sumber yang tidak diduga ini, Abuya tetapkan untuk diusahakan oleh seorang pemimpin bersama 23 buah keluarga staff, adalah sebanyak RM20 ribu setiap 15 hari dalam sebulan. Artinya dalam sebulan 2 kali. Seorang pemimpin bertaraf Pengarah Negeri (Menteri Besar) atau Pengarah Biro (Menteri) akan mengusahakan Tabung Taqwa sebanyak RM 40 ribu sebulan. Dalam jemaah Abuya ada 20 Zon. Satu Zon ada 3 hingga 5 negeri atau Kementerian. Artinya total keseluruhan kurang lebih RM4 juta. Abuya dapatkan dari bank Tuhan untuk perusahaannya, hasil tangan pengikutnya ialah RM4,000,000 (RM 4 juta).
Uang itu atau barang-barang itu kemudian digunakan oleh Abuya untuk Islam. Baik itu untuk keluarga atau para staf, semuanya adalah kekayaan dan pembangunan jemaah Islamiyah.
Ada orang berkata kelihatannya kekayaan itu banyak mengalir kepada keluarga. Mungkin betul mungkin tidak. Tiada siapa berani menjawab dengan tepat karena penggunaan uang dan harta-harta itu oleh Abuya melalui para stafnya, semuanya adalah untuk kepentingan Islam (Jemaahnya dan keluarganya). Tidak ada yang digunakan untuk kepentigan peribadi atau duniawi keluarga atau individu. Tapi semuanya untuk Islam. Mana ada orang-orang Abuya yang diizinkan untuk memegang anak kunci bank Tuhan ini ialah orang yang berkepentingan duniawi? Mereka mendapat kunci setelah berkorban habis-habisan untuk Islam. Kalaulah ada kononnya, maka bank tidak terbuka untuknya, anak kuncinya akan gagal berfungsi. Pengawalan keamanan yang Abuya gunakan untuk bank Tuhan atau Tabung Taqwa, ISOnya ialah TAQWA. Tidak mungkin ada tipuan atau kepentingan. Contoh:
  1. Abuya mengirim anaknya keluar Negara 10 orang, tapi Abuya juga mengirim anak dari anggota jemaah 20 orang dengan sumber Tabung Taqwa ini.
  2. Abuya membangun rumah untuk isteri-isteri dengan Tabung Taqwa, tapi rumah-rumah tersebut juga didiami oleh ahli-ahli jemaah juga. Jadi rumah-rumah tersebut adalah untuk Islam, adalah untuk digunakan oleh umum. Mana ada rumah peribadi Abuya dan isteri-isterinya?
  3. Abuya membangunkan usaha-usaha bisnis untuk keluarga tapi proyek-proyek untuk anggota jemaah lebih hebat dari itu. Dari 20 buah Bandar yang Abuya bangunkan, hanya satu yang dinamakan untuk keluarga. Itu pun bukan untuk kepentingan keluarga. Tapi demi Islam, demi kepentingan Allah dan Rasul. Pada keluarga Abuya orang dapat melihat keluarga Islam model. Satu ayah empat ibu, 38 anak, 200 cucu, 70 menantu hidup secara berkasih sayang, aman makmur dan mencari keredhaan Allah. Keluarga Abuya semuanya pejuang-pejuang kebenaran. Dari keluarga inilah jemaah Abuya mendapat kekuatan. Keluarga sumber kekuatan sebenarnya. Tanpa keluarga dalam jemaah lumpuhlah jemaah.
    ‘Kronisme’ yang Abuya cetuskan dalam perjuangannya bukan untuk jadi masalah atau mengambil kepentingan. Sebenarnya Anggota-anggota keluarga Abuyalah tonggak yang memperjuangkan kewujudan dan keberlangsungan jemaah. Kalau semua keluarga keluar dari jemaah, niscaya sebuah jemaah Islam lagi akan muncul di muka bumi. Jangan-jangan jemaah yang ditinggalkan akan bergabung karena tak sanggup meneruskan tanpa keluarga.
    Jadi kalau begitu apa salahnya dengan ‘kronisme’ model ini? Keluarga yang berjuang dan berkorban habis-habisan untuk Islam, mempertahankan dan menjadi panutan.
Tabung Taqwa ini sudah beberapa kali diserahkan kepada bukan keluarga, setiap kali itulah tabung menuju sifar/kosong. Mengapa? Kata mereka, orang-orang tidak mau taat untuk menyerahkan uang atau uangnya tidak mau keluar dari bank Tuhan. Maka tabungnya kosong.
Abuya Al Fata Attamimi Al Hashimi adalah wali Allah yang menguasai akhir zaman dengan teknologi roh. Siapa menghinanya akan terhina. Siapa membantunya, pasti dibantu Allah.
Janganlah coba-coba untuk bermusuh dengan orang Allah karena anda sebenarnya berperang dengan Allah. Demi kemuliaan Al Fata Attamimi, sesungguhnya keluarganya pun dimuliakan Allah.
Tabung Taqwa ini kata Abuya akan bertambah dari hari ke hari. Tergantung pada keperluan perjuangan. Bila jemaah semakin membesar lagi, waktu itu sekali dimasukkan ‘kartu ATM’ ke bank Tuhan akan keluar uang sebanyak RM 144.5 juta, kata Abuya. Semakin besar keperluan jemaah maka bertambah besarlah yang Allah keluarkan dari sumur Al Fata Attamimi. Yaitu Sumur uang yang dihadiahkan untuk orang-orang yang bercita-cita membesarkan Allah dan hidup untuk Allah.

Tiada ulasan: