BLOG BERPINDAH


kepada pembaca setia blog ini.
Blog ini telah berpindah ke alamat


http://futopsecret.blogspot.com

Sabtu, 26 Februari 2011

Perjanjian Dajjal dengan Allah

Berikut adalah isi perjanjian antara Dajjal dengan Allah semasa di besarkan di pulau misteri. Perjanjian ini terkandung dalam manuskrip kuno yang dijaga oleh seorang ulama' di Al-Quds Palestin dan perjanjian ini ditulis dalam bahasa arab.

http://4.bp.blogspot.com/_bAS7bUVg-VY/TFVw0q9WUPI/AAAAAAAAAG8/oA9GHAdCw3Q/s320/220px-Panel_of_batu_bersurat.jpg
sekadar hiasan
 
Pertama: Tidak ada Tuhan selain Allah

Kedua: Allah Maha esa, tidak ada sekutu bagi-Nya

Ketiga: Engkau diurus oleh Jibril. Kerana itu, janganlah kamu mengkhianati janjimu dengan Allah

Keempat: Hanya engkau saja di pulau ini.

Kelima: Makanlah dan nikmatilah makanan dari rezeki Allah ini sesuai dengan kehendakmu. Tidurlah sesukamu. Sembahlah Allah dalam berbagai keadaanmu dengan tasbih-tasbih keesaan kepada-Nya, yakni solat yang diwajibkan kepadamu. Allah-lah sang Raja. Allah-lah Maha Esa. Dia tidak berayah dan tidak pula mempunyai anak. Allah-lah Tuhan yg Maha Besar. Allah-lah yg Maha Agung. Dan Allah-lah yg Maha Raja.

Keenam: Jadilah engkau anak masa kini, wahai anak kecil. Janganlah engkau menjadi anak masa lalu di pulau ini pada zaman apa pun.

Ketujuh: Tidak ada kitab bagimu kecuali apa yang dibawa kepadamu oleh seorang Nabi terakhir, Nabi Muhammad saw. yang datang menjelang akhir zaman. Jika engkau mengimaninya, maka engkau adalah manusia masa depan yang beriman dan mempunyai keyakinan kepada Allah. Tetapi jika engkau mengingkari-Nya, maka engkau adalah manusia masa depan yang dijanjikan akan mendapatkan siksaan Allah SWT. Sesungguhnya, engkau berada diantara dua nabi yang berserah diri kepada Allah dan sebenarnya semua nabi berserah diri kepada Allah. Jika engkau beriman dan yakin kepada apa yg kami imani dan yakini, maka Allah akan memudahkanmu untuk mengimani penutup para nabi yang terdahulu dan pengganti nabi yang telah wafat. Ia bernama Muhammad Al-Amin. Ia akan lahir sebagai Nabi dan Rasul di tengah-tengah kaum yg buta huruf. Ia berhijrah ke tempat yg banyak ditumbuhi pohon kurma, dan banyak mata air dan sumur tawarnya dengan tanah subur. Jika engkau mendustakan nabi yang mendahului Muhammad, maka Allah akan menutup hatimu dengan tabir rain yang hitam. Hatimu menjadi hitam terkena sedikit warna putih dan condong kepada kejelekan bagaikan kendi penuh dengan lumpur di atas cermin terang. Akibatnya, hatimu tidak dapat melihat cahaya, dan akalmu hanya melihat dirimu sendiri saja seperti Iblis, semoga laknat Allah ditimpakan atasnya, yang mendiami Segitiga Bermuda yang lama itu dan engkau pun menjadi teman akrabnya. Betapa jelek seseorang yang ditemani makhluk terkutuk dan dijauhkan dari rahmat Allah SWT, yang dibiarkan saja sampai suatu masa di suatu negeri, yakni di suatu lautan yang penuh hembusan angin kelak ketika Allah SWT tidak lagi menyayangi orang-orang yg terusir dari rahmat-Nya. Jadilah engkau wahai anak istimewa yg diurus dan dibimbing oleh malaikat agung sebagai mukmin yg mempercayai kewujudan Allah dan malaikat-Nya serta Rasul-Nya. Jika tidak, engkau ada dalam bahaya dan dimasukkan kedalam penjara seribu tahun lamanya. Yang memperingatkanmu dan yg menggembirakanmu di dalam penjara adalah seorang Arab Makkah yang mendustakan Nabi yang jujur itu. Tempat hijrahnya adalah tanah-tanah subur yangg banyak ditumbuhi pepohonan dan juga pohon kurma. Engkau akan berjasa pada hari ketika tiba musimnya memetik kurma di negeri tempat di-isra'-kan dan di-mi'raj-kannya Nabi dari bangsa Arab itu. Ada banyak air melimpah yang mengalir dan meresap ke dalam tanah di dataran tinggi dan di tanah Thabariyyah. Haram atas dirimu memasuki kota Makkah yg dimuliakan Allah Tuhan semesta akan pada siang harinya. Engkau boleh memasuki tanah mana pun yg subur kecuali tanah Uhud. Uhud adalah gunung yg mencintai Allah dan Allah pun mencintainya. Engkau juga tidak boleh memasuki negeri Al-Quds tempat isra' dan mi'raj-nya Nabi yg paling akhir. Ini adalah ilmu Allah untukmu yang ditulis oleh Jibril, pembawa wahyu dan ia meninggalkan bekas untukmu disamping batu besar berupa cincin dari Jibril utusan Allah Tuhan Semesta alam

Surat terbuka buat Yahudi dari Umat Akhir Zaman

                Surat ini ditulis oleh umat Islam akhir zaman khusus buat musuh Allah dan Rasul iaitu Yahudi. Moga-moga surat ini membuatkan Yahudi kecemasan kerana seluruh rahsianya sudah dibongkarkan.

Wahai Yahudi Musuh Allah
                Tuhan kita itu esa yakni Allah yang maha pemurah lagi maha pengampun. Kalian amat yakin dengan hakikat ini kerana kalian pernah ribuan tahun memperjuangkanNya bersama-sama  para nabi dan rasul terdahulu. Tapi kami lihat ketika ini kalian seperti sudah ada tuhan lain sebagai penggantinya. Sejak Allah utuskan nabi akhir zaman dari kalangan bangsa arab yang kau musuhi dahulu kalian telah mengambil Iblis laknatullah sebagai tuhan sebagai ganti. Bagaimana kalian sanggup melakukan yang demikian padahal Allah jua yang kalian sembah selama ribuan tahun lamanya. Allah itu sudah kamu jadikan musuh ketat hinggakan sakit telinga dan hati kalian mendengar nama Allah dibesar-besarkan. Mata kalian sakit melihat nama Allah terpampang di mana-mana samada buatan manusia mahupun Allah ciptakan di sekeliling kita.Maka kalian usahakan strategi untuk memisahkan manusia dari Allah baik yang kafir mahupun yang Islam. Seribu tahun lamanya kalian berusaha untuk itu hingga akhirnya Allah dilupakan manusia. Allah dianggap tidak wujud oleh manusia dengan harapan Allah akan sakit hati sebagaimana kamu sakit hati. tapi kalian lupa tuhan kita itu maha penyabar. Selama seribu tahun Dia beri kalian peluang melaksanakan segala perancangan kalian hingga kalian yakin Tuhan kita sudah lemah dan tak mampu berbuat apa-apa. Kalian sudah lupa Tuhan maha berkuasa dan jika Dia bertindak maka tiada satu makhluk pun dapat menghalang. Sesungguhnya kalian memang sudah terlalu melampaui batas. Tunggulah kerana Allah sudah dua kali berjanji akan menghapuskan kalian dari muka bumiNya ini yakni sekali dalam Taurat dan sekali dalam Al-Quran. Sudah bersediakah kalian?

Wahai ahli kitab
                Dahulu dalam kitab kalian Tuhan yang kalian kenali sebagai El, Eloh dan Elohim telah berjanji akan mengutuskan nabi akhir zaman untuk membawa manusia kepada kemakmuran sejagat. Telah disebut-sebut dalam kitab kalian sifat-sifatnya, namanya, nama ibu bapanya, tempat lahirnya dan tempat hijrahnya, isteri-isterinya, keturunannya, dan lain-lain sifat hingga kalian amat mengenalinya lebih dari kalian mengenali anak cucu kalian sendiri. Kalian amat berharap agar dapat menamatkan kemurkaan Tuhan yang menimpa kalian kerana kesalahan pertama kalian hingga kalian diusir dari tanah suci. Kalian tahu namanya Muhammad, nabi yang akan menamatkan kemurkaan Allah pada kalian dan amat berharap melaluinya kalian akan dapat kembali ke tanah suci. Bila kalian dapat tahu nabi akhir zaman itu diutus dari kalangan bangsa musuhmu yakni Arab maka kalian telah membuat keputusan untuk mendustakannya dan berkomplot sekali lagi dengan iblis sebagaimana kalian pernah lakukan pada zaman Nabi Sulaiman as.  Kalian nekad untuk membinasakan Nabi Muhammad saw dan para pengikutnya yakni kami. Kalian rancang untuk membinasakan agama kami dan kalau boleh mahu membinasakan seluruh tinggalan-tinggalannya tanpa meninggalkan satu zarah pun. Semasa hayat baginda kalian berkali-kali cuba membunuh baginda namun semuanya gagal kecuali kalian dapat menyihir baginda dan kalian masih tidak puas lalu meracuni baginda hingga menderita akibat racun yang kalian berikan. Namun dendam kalian pada baginda tak boleh dipadamkan terutamanya sejak baginda menghalau kalian dari kampung kalian di Madinah. Memang patut kalian diusir dari kota baginda kerana kalian sudah banyak kali membelot kepada baginda. Bilamana kalian mendengar nabi sudah wafat maka kalian pun berasa gembira lalu kalian berusaha habis-habisan untuk memusnahkan agama Allah ini. Bukan setakat itu bahkan segala keturunan baginda kalian buru untuk dibunuh. Begitu dendamnya kalian pada nabi penyelamat kalian. Bilamana seluruh dunia islam jatuh ke tangan kalian kalian pun menari-nari sambil menyanyi-nyanyi “Muhammad dah mati meninggalkan anak-anak perempuan yang lemah”. Namun kalian tidak sedar bahawa nabi kami itu tidak mati bahkan sedang hidup di alam roh untuk memantau kejahatan kalian dan bila tiba masanya nanti baginda akan menghapuskan kalian melalui Muhammad al-mahdi dan Putera bani tamim serta nabi Isa as.

Wahai para penentang kebenaran
                Kegembiraan kalian semasa kewafatan nabi kami itu bukan kegembiraan sebenar kerana kalian mendapat khabar bahawa sesudah ini akan lahir Muhammad kedua yakni Imam Mahdi. Maka kalian pun bergegas membunuh siapa sahaja yang berketurunan baginda rasul dan azam kalian supaya keturunan nabi Muhammad saw akan dihapuskan dari muka bumi ini dan Muhammad kedua tidak akan lahir.ada yang kalian racun dan ada yang kalian pancung dan seribu satu lagi kejahatan yang kalian ciptakan bagi membunuh keturunan baginda. Kalian menghasut umat Islam membenci keturunan baginda lantas kalian mencipta pelbagai mazhab-mazhab sesat seperti syiah dan wahabi bahkan kalian padam perihal kedatangan Imam Mahdi pada ingatan umat islam melalui mazhab-mazhab sesat tersebut. Kalian sangka Muhammad kedua itu akan lahir di bumi hijaz tak pun di bumi palestin lalu kalian takluk keduanya. Namun manalah kalian menduga keturunan baginda rasul akan melarikan ke bumi sebelah timur yakni nusantara untuk membina kehidupan baru dan menjadikan nusantara ini kampung kedua mereka sesudah negeri hijaz yang kalian takluki. Dan kalian tak sangka orang yang kalian cari itu lahir di bumi timur ini. Dan lebih terkejut lagi apabila Muhammad kedua itu ada kembarnya yakni Putera Bani Tamim. Ketika kalian dapat menghidu perjuangan mereka kalian cuba membunuh mereka namun kalian kecewa kerana mereka dapat menyelamatkan diri dengan cara ajaib sekali. Sekarang keduanya sudah kembali dan sedang melakukan proses penghancuran bangsa kalian. Mereka akan dibantu Nabi Isa as yang kalian sangka mati disalib suatu ketika dahulu.

Wahai para peruntuh rumah Allah
                Bencimu pada rumah Allah di Mekah itu yakni kaabah yang mulia hingga kalian beberapa kali berusaha merobohkannya dan setiap kali usaha kalian itu gagal. Dahulu semasa nabi kami masih hidup baginda telah berpaling kiblat dari Baitul Maqdis ke Kaabah dan kalian sangat sakit hati dengan peristiwa tersebut walaupun kalian tahu bahawa memang bila tiba masanya Tuhan akan kembali menukar kiblat menurut kehendakNya. Kalian amat tahu akan hal ini namun kerana kalian benci pada nabi kami maka kalian enggan menurut perintah Tuhan itu. Bahkan sebenarnya kalian kecewa bahawa rumah Tuhan paling suci itu tidak diamanahkan pada kalian dan kamilah yang diberi amanah menjaganya. Bagaimana kalian mahu menjaganya sedangkan rumah suci baitul maqdis pun kalian tak mampu jaga. Bilamana kalian menjejak kaki ke bumi Mekah yang mulia maka kalian masuk dengan penuh kesombongan. Kalian bangga akhirnya bumi ini jatuh ke tangan kalian lantas kalian mencorak rumah Allah itu mengikut kehendak kalian. Kemuncaknya kalian berjaya mencungkil keluar batu-batu kaabah itu dan membuangnya ke laut namun kalian masih belum puas kerana kalian tak mampu mengusik tiang-tiang kaabah itu. Untuk mengelak kemarahan kami lantas kalian bina kaabah baru yang dicorak sepenuhnya ikut kehendak kamu. Tahukah kamu bahawa kaabah itu telah mengadu perbuatanmu pada kami. Kini kalian rancang untuk meratakan kaabah itu sebagaimana kalian meratakan peninggalan nabi kami dan para sahabatnya yang mulia. Kami tahu perancangan kalian itu dan jika Tuhan izinkan perbuatan kalian bukan bermakna kalian telah menang besar bahkan sebenarnya kalian sedang meruntuhkan apa yang kalian bina dengan tangan kalian sendiri lantas kami bersama-sama Imam Mahdi dan Putera Bani Tami akan mengambil alih kaabah untuk dibersihkan dan disucikan dari tangan-tangan kalian yang kotor itu.

Wahai para pembenci nabi
                Dendam kalian pada nabi kami amat mendalam sekali. Tak pernah ada manusia sependendam kalian. Kini makam tempat tersimpannya jasad nabi dalam tangan kalian dan kalian pula telah banyak kali cuba memindahkan jasad mulia itu dari tempatnya. Bagaimana boleh wahai Yahudi sedangkan roh nabi kami sedang aktif memantau kegiatan kalian. Kerana tak berjaya dalam usaha kalian lantas kalian berusaha meratakan makam nabi kami dan kalau boleh masjid baginda pun mahu kalian binasakan. Kalian sudah corak masjid nabi kami mengikut kehendak kalian sepertimana kalian mencorak rumah Allah di Mekah. Kalian kecewakan makam nabi itu tak berjaya kalian hapuskan dan ada orang upahan kalian yang naik ke kubah nabi itu untuk meruntuhkannya namun mati disambar petir. Kalian tahu apa maknanya bukan? Jadi kalian gunakan wahabi untuk mencuci otak umat islam supaya membenci makam baginda. Ketika kalian menjejak kaki ke Madinah kalian telah mencium tanahnya gembira kerana telah pulang ke kampung moyang kalian yang mana pernah diusir nabi kami kerana pengkhianatan mereka. Bagi kalian bila kota nabi sudah di tangan kalian bermakna kalian telah menang besar pada nabi kami dan umat Islam seluruhnya. Tak wahai Yahudi bahkan Allah memberi keizinan untuk kalian menunaikan impian kalian kerana tarikh luput kalian sudah makin hampir. Bila tibanya masanya kalian akan mengulangi perbuatan nenek moyang kalian meruntuhkan apa yang kalian bina kerana ketakutan pada utusan nabi kami Imam Mahdi dan Putera Bani Tamim.

Wahai para penghalal rumah Allah
                Dulu Tuhan hanya amanahkan Baitul Maqdis untuk kalian jaga maka kalian telah mengabaikan amanah itu bahkan kalian sebenarnya amat benci pada rumah suci itu kerana rumah Allah itu menghalang kalian dari melakukan penyembahan syaitan. Nama pun rumah suci sudah tentu Allah sucikan dari najis-najis kekotoran syirik yang kalian lakukan. Bila mana kalian telah menghalalkan keharaman Baitul Maqdis itu maka kalian pun diusir dari bumi suci itu dan tidak boleh kembali lagi hingga datang nabi penyelamat yang akan menamatkan murka Tuhan itu. Namun nabi itu kalian khianati dan sebagai balasan kalian diusir dari negeri-negeri kekuasaan Islam dan betapa sakitnya hati kalian bila Saidina Umar Al-Khattab mengisytiharkan bahawa bumi tumpah darah kalian itu diharamkan untuk kalian. Lantas kalian kuasai kaum kristian dan lancarkan perang salib yang kalian anggap suci dan dapatlah juga kalian menguasai Baitul Maqdis selama 80 tahun lebih. Namun kalian tak sangka kalian sendiri tak mampu meruntuhkannya buat kali kedua sebagaimana kalian berjaya meruntuhkan Baitul Maqdis itu semasa hayat baginda rasul saw. Bahkan kalian dimalukan dan diusir dari tanah suci itu. Bila kalian menjejak kaki sekali lagi ke bumi suci ini kalian berazam untuk meruntuhkan Baitul Maqdis yang kalian gagal runtuhkan sebelumnya. Kalian bukannya mahupun membina haikal suci yang kalian canang-canangkan bahkan sudah 60 tahun kalian mengorek dasar Baitul Maqdis itu dengan harapan ia runtuh namun tak juga runtuh-runtuh. Kalian pun tahu kenapa bukan. Dah dibom, dibakar, digerudi namun binaannya masih juga utuh. Kalian lupa bahawa nabi yang berkhidmat untuk Baitul Maqdis ini yakni nabi daud as dan nabi isa as sudahpun menyumpah kalian dan nabi isa as pasti kembali untuk menamatkan riwayat kalian dari muka bumi bersama-sama Imam Mahdi dan Putera Bani Tamim.

Wahai kaum yang dilaknat
                Kalian sudah seribu tahun memisahkan kami dari Tuhan kami dan dari nabi kami. Berapa banyak generasi kami yang sedang tersiksa di alam sana kerana perbuatan kalian. Kalian bukan sahaja mencelakakan kami yang hidup di dunia bahkan kalian telah mencelakakan mereka yang ada di alam seberang yakni alam tempat kita bakal pergi kesana. Ya kalian putuskan hubungan alam musyahadah dan alam roh. Kalian tahu selepas sebahagian dari kami lalai dari mengingati Tuhan maka bila kembali ke alam sana mereka disiksa namun harapan mereka masih diletakkan pada orang yang masih hidup yakni pahala amalan orang yang masih hidup disedekahkan pada orang yang mati. Itulah satu kunci kenapa Islam dikatakan agama yang selamat lagi menyelamatkan. Yang hidup selamat dapat pula menyelamatkan yang mati. Namun kalian tukar agama kami atas nama Allah dan Rasul. Tahu tak betapa kejamnya kalian. Kalian ubah segalanya tentang agama kami dari akidah hingga kepada kehidupan kami hingga kami menjadi Yahudi tanpa kami sedari. Kalian bangga dengan hal itu dan kalian canang-canangkan kalianlah bangsa terpilih. Sesudah menguasai jiwa-jiwa kami dengan memisahkan kami dari Tuhan Kami dan Rasul kami lantas Tuhan izinkan kalian menguasai dunia ini termasuk tanah-tanah suci kami  lalu jadilah tanah-tanah suci kami sebagai kota-kota Yahudi. Kalian sebenarnya mahu memisah-misahkan ketiga-tiga tanah suci bahkan kalau boleh biar umat Islam anggap tidak wujud tanah suci supaya kalian dapat memusnahkan kesemuanya. Kalian tahu kan Yahudi bahawa kota Jerusalem mengikut panggilan kamu dan Al-Quds menurut panggilan kami adalah tanah haram seperti juga Mekah dan Madinah tapi kalian ubah kononnya Al-Quds itu tanah suci bukan tanah haram. Maka kalian ciptakan istilah haramain supaya orang menyangka Mekah dan Madinah sahaja tanah haram. Bahkan kalian ubah sempadan tanah haram wahai Yahudi baik di Mekah, Madinah mahupun Al-Quds.

Wahai kaum tercela
                Bumi ini sudah kalian kuasai supaya kalian dapat serahkan pada Dajjal si pendusta itu. Kalian tahu dajjal itu adalah raja kejahatan kenapa kalian mahu bersekutu dengannya. Kamu tinggalkan sang penyelamat lalu mengikut dajjal sang pendusta itu. Kalian tahu bahawa bila Imam Mahdi sudah muncul segala usaha yang kalian lakukan untuk kuasai dunia tak mungkin berhasil. Kalian tahu kalian lemah menghadapi Imam Mahdi lalu kalian amat berharap agar dengan bantuan Dajjal kalian mendapatkan apa yang hilang dari kalian. Kalian cuba menguasai semula manusia melalui Dajjal. Wahai kaum yang mendapat laknat sebesar-besarnya dari Allah dan Rasul kalian tahu kan yang sehebat-hebat Dajjal tak akan mampu untuk mengalahkan Imam Mahdi. Hanya Allah berkehendak sang Dajjal si pendusta itu di bunuh oleh Nabi Isa Putera Maryam as sebagai kisas kepada percubaan membunuh baginda as. Kalian pun tahu ketiga-tiga tanah haram tak mungkin dimasuki dajjal kerana ia telah diharamkan Tuhan sejak azali lagi. Mengenai Mekah dan Madinah memang sang Dajjal mengaku tak akan boleh masuk ke dalamnya tapi celaka dajjal kerana tak mau mengaku keharaman Al-Quds itu bahkan dia memang memahami perjanjian Tuhan yang tercatat pada batu di pulau di tempat tinggalnya. Dajjal sebenarnya mahu Baitul Maqdis roboh sekali lagi namun Tuhan tak izinkan kerana Baitul Maqdis adalah tempat kami, Putera Bani Tamim dan Imam Mahdi berkumpul untuk menyambut kedatangan Nabi Isa as kembali ke dunia. Kalian tahu kan bila terbukanya pintu di sebelah timur Baitul Maqdis yang kini masih ditutup, maka kehancuran kalian bersama-sama Dajjal tak boleh dielakkan lagi.

Wahai musuh Allah dan Rasul
                Cukuplah, hentikanlah segala pendustaan kalian. Rahsia kalian sudahpun terbongkar. Lebih baik kalian bertaubat moga-moga Tuhan mengampuni kalian. Apa kalian ingat pokok gharqad yang kalian tanam dapat menyelamatkan kalian. Kamu lupa nabi kami tak pernah sebut pun pokok ini pasti wujud ketika kami bertindak menghapuskan kalian bahkan kalian sahaja yang salah faham bahawa maksud nabi kami itu jika pokok gharqad masih ada maka pokok itu akan menyelamatkan kalian. Kerana Allah telah berjanji memusnahkan kalian apa kalian fikir Tuhan tak akan musnahkan pokok-pokok yang kalian tanam sebelum tibanya hari perhitungan. Pasti Tuhan kita akan melakukannya kerana Dia berjanji akan memusnahkan kalian selama-lamanya dan bumi ini dapat berehat di hari tuanya dari kejahatan kalian dan bumi ini akan mati dengan aman dan tenang. Selamat tinggal wahai Yahudi, telah tiba masa kami untuk kembali ke jalan yang benar. Kami amat berterima kasih pada nabi kami kerana baginda kami mendapat nikmat ini dan kalian akan kami hapuskan buat selama-lamanya dan di akhirat kelak kalian akan dihantar ke neraka.

Itulah sedikit sebanyak apa yang ingin umat Nabi Muhammad saw ingin sampaikan kepada Yahudi dan  surat ini kami tutup dengan puji-puji kepada Allah dan selawat serta salam pada Nabi kami yang mulia.

Ummu Jah wanita luar biasa?

Fisioterapi minda: Umi Hafilda, Ummu Jah dan Rosmah Mansor

Teks/Foto Norzah bte Kepol
 

TANGGAL 24 Januari selepas menghantar satu SMS ringkas kepada bekas calon Ketua Puteri UMNO pertama Umi Hafilda Ali mendapat jawapan daripada wanitaterbabit masih kekal tonasi suara dan sifat mesra alamnya. Lebih dari itu menjelang waktu Maghrib hari vang sama, Umi Hafilda meluangkan masa menelefon serta menielaskan beberapa perkara vang menjadi persoalan umum antaranyu kenapa tiba-tiba beliau menganmbil tindakan menyaman Datuk Seri Anwar, Azmin, Datin Seri Dr Wan Azizah, Karpal Singh dan Parti PAS sebanyak 700 juta? Adakah beliau ingin meraih populariti percuma, dibayar oleh pemimpin tertentu dalam UMN0? Atau ada sesetengah pihak mendakwa Umi Hafilda membuat tindakan nekad begitu kerana faktor dikelilingi hutang piutang?

Tangkas sahaja wanita ini memberikan jawapan kepada setiap persoalan yang diutarakan kepada beliau. Ada jawapan yang boleh disiarkan dan banyak juga terpaksa dirahsiakan bimbang pelbagai persepsi masyarakat. Katanya, antarasebab dia muncul kembali di persada politik nasional kerana tidak tahan dengan pembohongan Datuk Seri Anwar Ibrahim dan mahumendedahkan isu liwat Ketua Umun Parti Keadilan Rakyat (PKR) sehingga ke lubang cacing. Dia juga melontarkan perasaan marah kepada Ahii Parlimen Gombak yang juga abang kandungnyaAzmin Ali yang terus mempertahankan Anwar dan mendoakan Tun Dr Mahathir tersungkur. Umi Hafilda mengakui tindakannya itu tidak didalam oleh sesiapa waima diberikan satu sen sekalipun. Dia berbuat begini kerana kepentingan agama, bangsa dan negara. Berkali-kali juga beliau menegaskan tiada sesiapa di belakangnya selainAllah taala sentiasa berada di sisinya.
Bagi sesiapa sudah mengenali Umi Hafilda boleh mengesani tidak banyak perubahan sikap Umi Hafilda yang pernah menggemparkan negara pada 1997 dengan Umi Hafilda yang tiba-tiba muncul mutakhir ini. Gaya dan perbualannya masih tetap sama dan pendiriannya berkenaan salah laku seks Anwar masih tidak berubah dan tetap utuh. Selama 13 tahun menyepikan diri tidak banyak perubahan wanita berkenaan cuma bezanya hanya mengenakan selendang sekerat.

Semasa perbualan itu banyak perkara dibentangkan oleh Umi Hafilda terutamanya  berkaitan salah laku seks Datuk Seri Anwar lbrahim dan kebiadapan abangnya Azmin Ali kepada ayah angkatnya mantan Perdana Menteri Tun Dr Mahathir Mohamad, Umi Hafilda turut menceritakan tekanan yang dilaluinya semasa membongkar salah laku Anwar pada 1997. Dia pernah digelar wanita jalang, sundal dan berbagai lagi berekoran keberanian mendedahkan salah laku Anwar dan abangnya Azmin. Namun itu semua tidak menggentarkannyakerana sentiasa percaya bahawa kebenaran itu akan terpancar jua akhirnya. Kita tidak bercadang mahu terlibat dalam konflik emosi wanita bernama  Umi Hafilda tetapi sekadar bertanya denganWanita dan PuteriUMNO apakah mereka rnempunyai pemimpin dalam pergerakan itu seberani dan selantang Umi Hafilda? Jangankan ramai kalau ada 10 wanita seperti Umi Hafilda sudah tentu hasrat Wanita UMNO mendapatkan lebih kuota suara wanita sebagiai pembuat  dasar akan tercapai secara tuntas. Siapa yang mahu mendengar suara-suara pemimpin Wanita dan Puteri UMN0 yang lembik dan tidak bermaya? Siapa yang mahu mendengar suara-suara pemimpin Wanita dan Puteri mengampu atau sekadar menjaga hati? Sesekali kena besarkan volum suara supaya apa yang wanita mahukan didengar oleh Presiden parti. Zaman sekarang sudah tidak sesuai lagi gunakan perumpamaan tangan wanita menghayun buaian boleh menggoncang dunia sebaliknya pendekatan mutakhir ini kalau pucuk pimpinan tidak mahu dengar suara wanita jangan hadir mesyuarat dan mogok kempen dari rumah ke rumah dalam pilihan raya kecil atau umum. Biar ahli UMNO lelaki saja yang berkempen untuk menangkan parti! Ini bukan arahan tetapi sekadar fisioterapi minda Wanita UMNO.

Berbalik kepada Umi Hafilda, mungkin ada sebab mengapa Umi Hafilda menjadi selantang dan seagresif ini. Sejak 13 tahun dahulu Umi Hafilda pernah berkali.kali menyatakan tindakannya membongkar salah laku Anwar tidak pernah dibayar atau ditaja oleh mana-mana pihak termasuk Dr Mahathir. Dia melakukannya atas kerelaannya sendiri atas rasa tanggungjawab kepada agama, bangsa dan negara. Dalam soal ini ada juga yang bertanya adakah Perdana Menteri, Timbalan Perdana Menteri, menteri-menteri tidak berjuang untuk kepentingan agama, bangsa dan negara? Tetapi kita enggan mengulas lebih lanjut apa yang ada dalam kotak fikiran Umi Hafilda sekadar mahu bercerita beberapa nama wanita hangat diperkatakan ralryat mutakhir ini.
Selain Umi Hafilda, ada seorang ' wanita lagi yang namanya tiba-tiba mendadak dalam bursa politik Malaysia iaitu isteri ketiga allahyarharh Ashaari Muhamad, Puan HatijahAam atau lebih mesra dengan panggilan keibuan Ummu lah. Ummu Jah merupakan isteri paling kanan yang sentiasa berada di sisi Ashaari atau Abuya dalam pertemuan-pertemuan dengan tokoh-tokoh agama, politik dan ahli perniagaan Asia dan seluruh dunia. Oleh kerana Abuya menghadapi sedikit kesukaran untuk berinteraksi secara normal akibat kesihatan maka Ummu Jahlah yang akan membantu Abuya memberikan informasi dan mengeluarkan idea suaminya untuk pengetahuan orang ramai dan tetamu-tetamu yang dijemput.

http://i.ytimg.com/vi/2746WLLUQH0/0.jpg



Malah Abu Ya sendiri dalam satu pertemuan mengiktiraf  Ummu Jah sebagai salah seorang pemimpin wanita yang cekal, berani dan mempunyai idea yang hebat. Tidak keterlaluan kalau kita katakan kalau dudukkan Abuya dan Ummu Jah sebelah  menyebelah, kedua-duanya mempunyai pandangan dan idea yang satu. Kedua-duanya memang serasi dalam membincangkan topik-topik besar berkaitan politik, ekonomi, pendidikan, sejarah perjuangan Rasulullah SA.W dan sebagainya. Ketika kedua-duanya berbual jarang menunjukkan ketidak sepakatan dan seolah-olah ada idea Abuya dalam kotak fikiran Ummu Jah dan ada idea Ummu Jah dalam kotak fikiran Abuya. Begitulah keserasian yang pernah dinampakkan semasa Abuya masih hidup.


Baru-baru ini heboh sesetengah pihak mengatakan termasuk disiarkan dalam blog kononnya Ummu Jah mengumpulkan semula semua bekas jemaah Al-Arqam dengan lain tujuan menjenamakan semula pergerakan itu atau dalam bahasa ringkas melakukan transformasi dalam pergerakan itu Ummu Jah juga diberitakan sudah menganjurkan 18 kali perjumpaan yang dinamakan Sidang Parlimen Roh yang diadakan di Thailand, Jordan, Mekah dan selebihnva di Country Homes, Rawang dan Sungai Penchala. Ini membuatkan menteri di JabatanPerdana Menteri Datuk Seri Jamil Khir Baharom tidak senang duduk sehingga terpaksa mengarahkan Majlis Agama Islam Selangor (MAIS) dan Jabatan Kemajuan Islam (JAKIM) membuat pemantaun tentang perkara ini. Yalah, mungkin suara lunak Ummu Jah boleh membuatkan lebih ramai yang tertarik kepada Islam berbanding suara Jamil Khir begitu lunak berpolitik?

Seharusnya sebelum mana-mana pihak mahu melabelkan mana-mana pertubuhan sesat dan seumpamanya buktikan dengan hujah dan nas yang bernas. Sebagai contoh dalam section yang mana Sidang Parlimen Roh itu boleh dianggap sesat? Berapa ramai pula yang terpengaruh dengan ajaran sesat ini atau benar Ummu Jah cuba menghidupkan kembali Al-Arqam kenapa tidak disoal siasat wanita besi ini? Adakah memberikan nafas baru Al-Arqam lama didakwa sesat dan mungkin nafas baru Al-Arqam lebih mengikut al-Quran menjadi satu kesalahan? Dalam konteks parti pula bagaimana UMNO dan PAS sendiri sentiasa memberikan nafas baru dalam perjuangan mereka agar sesuai dengan kehendak rakyat semasa. Mungkin daiam konteks ini Ummu Jah tidak terkecuali memberikan suntikan baru dalam perjuangannya agar jemaah dan penyokong tidak lari. Dengan adanya idea-idea baru Ummu lah akan menambat lebih ramai penyokong baru di luar sana mendekati perjuangannya.

Sebagaimana kita tahu, Al-Arqam boleh dikatakan terkenal sejak tahun 70an kerana memperkenalkan makanan halal sehingga pernah perniagaan jemaah itu disabotaj oleh pihak tidak bertanggunjawab. Siapa yang sabotaj itu biarlah menjadi rahsia. Boleh dikatakan produk-produk Al-Arqam antaranya kicap, sos, rempah, makanan basah mendapat sambutan umat Islam pada waktu itu. Ini salah satu kejayaan yang pernah Al-Arqam lakarkan di negara ini yang tidak boleh hta nafikan peranannya. Al-Arqam juga boleh dianggap sebagai antara pelopor menghasilkan produk penerbitan Islam di negara ini. Banyak buku-buku agama diterbitkan oleh anggota pergerakan ini sehingga mampu menarikminat orangramai agar mendekati Islam.

Seperkara lagi tentang kelebihan jemaah Al-Arqam iaitu keatiflan inovatif mencipta nama aktiviti dan program yang dianjurkan dengan tujuan menambat hati orangramai. Sidang parlimen Roh bolehlah dianggap satu jenama program yang baru dikenalkan oleh Ummu Jah selepas penubuhan Kelab poligami lkhwan pada 2009. Malah Ummu Jah dan madunya Umu Ain pernah menganjurkan program,  Surat Kepada Rasulullah S.A.W dan sebagainya. Ummu Jah juga membuka langkah berani yang tidak disenangi oleh kebanyakan wanita di negara ini apabila menghasilkan buku.'lndahnya Poligami'. Jadi apalah yang kita nak hairankan pasal Ummu Jah antara lain kegemarannya suka bertukar-tukar pandangan dengan orang ramai pasal ideanya. Tiada sesiapa pun perlu takut atau merasa bimbang dengan Ummu Jah kerana terserlah watak keibuan dan kepemimpinan apabila berinteraksi dengan orang ramai.

Kebanyakan kita antaranya pernah menemui suami berpoligami yang keluarganya berantakan dan madu-madunya tidak boleh bertegur sapa. Berlainan dengan Abuya berjaya mendidik keempat-empat isterinya dengan baik sehingga mereka boleh duduk serumah bersama-sama. Malah Umrnu Iah sendiri dalam beberapa program boleh berdiri bersama-sama dengan madu-madunya yang lain. Inilah rnembuktikan salah satu kecekalan wanita bernama Ummu Jah. Tetapi bila pihak agama Islam mengatakan wujud tanda-tanda Ummu Jah menjenamakan semula AJ-Arqam tidak menjadi satu kesalahan kecuali dapat dibuktikan kebenarannya ianya sesat. Jika Ummu Jah berjaya mengumpulkan lebih 2,000 jemaah dalam satu program dan perjumpaan dinamakan Sidang Roh Parlimen ini membuktikan orang ramai masih yakin dengan bakat dan kepemimpinan wanita ini. Memang tidak dinafikan antara kelebihan Abuya dan Ummu Jah sendiri dari segi PRnya? Pernahkah UMNO bertanya dengan pemimpinnya berapa ramai sudah berjumpa dan minum teh dengan keluarga Abya? Malah Tan Sri Sanusi Junid sendiri pernah merasmikan salah sebuah sekolah bekas jemaah Al-Arqam iaitu Sekolah Menengah At-Tahali di Country Homes (sudah tutup) semasa Abuya hidup. Sanusi Junid juga mempuniai hubungan cukup akrab dengan Abuya, Ada juga beberapa pemimpin UMN0 antaranya si polan... si polan dan si polan juga pernah bersua muka dengan Abuya dan Ummu Jah. Selepas berjumpa dengan Abuya tidak pula pemimpin UMNO dimakudkan mendakwa Abuya atau Ummu Jah sesat?
Sememangnya selepas kematian Abuya pada 13 Mei 2010 tiada siapa mampu menjadi penggantinya kecuali Ummu Jah memiliki ilmu sehebat suaminya. Ummu Jah bukan sebarangan wanita pernah diuji dengan pelbagai cabaran termasuk pemah ditahan dibawah lSA. Namun semangatnya tidak pemah luntur untuk memperjuangkan Islam dan empayar pemiagaan yang pernah dibina oleh Abuya.

Kita kena ingat kalau roboh empayar perniagaan syarikat Rufaqa siapa yang akan menanggung ahli keluarga Abuya? Muktahir ini ada pihak mendakwa Ummu Jah menginap di salah sebuah banglo 18 bilik di Hararnain , Mekah bersama-sama lapan anaknya di sana dengan sewa bulanan sebanyak RM20,000. Hebat tak hebatnya Wanita ini sehingga mampu mencairkan hati-hati masyarakat tuab di sana. Yang peliknya kenapa pihak di sini terlalu beriya -iya mahu menyiasat UmmuJah. Jika benar beliau mempunyai Restoran Ashaari di Mekah dan Jordan apa salahnya daripada beliau mendapatkan bantuan daripada Jabatan Kebajikan Masyarakat untuk menampung anak-anak tiri, cucu cicit yang ditinggalkanAbuYa. lebih baik beliau membuka restotan di Jordan dan Mekah dari di Malaysia sudah tentu terdapatnya halangan dan tentangan. Silap haribulan restoran diarahkan tutup kerana didapati mengembangkan ajaran sesat. Sesat yang bagaimana? ]awapan menteri biasalah akan memantau dan menyiasat. Itulah jawapan-jawapan stereo type yang selalu kita dengar. Namun tidak dijelaskan setakat mana pengajaran Ummu ]ah menyesatkan akidah dan sebagainya.
Dalam soal ini bukan kita berniat untuk mempertahankan Ummu Jah tetapi berasa hairan dan tertanda tanya selepas Al- Arqam diharamkan pada 1994 apakah usaha dan pendekatan dilakukan oleh Mailis Agama lslam dalam memberikan kefahaman Islam sebenar kepada jemaah Al-Arqam yang didakw'a sesat ini? Adakah JAKIM misalnya mengambil tanggungawab menjaga kebajikan bekas jemaah Al-Arqam ini? Bagaimana kehidupan jemaah Al-Arqam dan empayar perniagaan halal mereka selepas pertubuhan itu diharamkan? Kalau Ummu Jah berjaya membina empayar perniagaan di negara Timur tengah ini bermakna kejayaan orang Melayu di negara tersebut. Kenapa kita harus menyimpan perasaan dengki dan mahu merobohkan empayar perniagaan halal keluarga Abuya? Di mana sesatnya Ummu Jah ini?

Akhir sekali hta ingin memberikan peringatan kepada sesetengah pihak yang senantiasa mempersoalkan peranan Datin Seri Rosmah Mansor sebagai isteri Perdana Menteri. Tak usahlah kita mengambil kira apa yang mahu dilakukan oleh Rosmah kerana siapalah kita? Tiada gunanya kita menjadi anjing yang menyalak gunung kerana suara kita tidak akan ke mana. Rosmah tetap isteri Perdana Menteri yang mempunyai kuasa di negara ini.

Sebenarnya apa yang sesetengah pihak suarakan pasal Rosmah tidak pernah menjadi kudis kepada wanita terbabit. Kerana apa? Kerana beliau adalah isteri pemimpin nombor satu negara.

Ini bukan bermakna kita mengambil remeh dakwaan campurtangan Rosmah dalam institusi Perdana Menteri tetapi lebih memikirkan tentang kepentingan rakyat teramai. Kalaulah bercerita pasal Rosmah boleh menurunkan harga barangan, harga minyak turun, terlupusnya segala cukai-cukai, dividen ASB boleh membayar setahun hutangbank, gaji naik, boleh mengurangkan gejala buang anak, boleh menyediakan peluang-peluang pekerjaan kita pun boleh menyertai 'debat' campurtangan Rosmah dalam pentadbiran negara. Kita percaya sehingga Pilihan Raya Umum Ke 13 (PRU 13) pun cerita ceriti pasal Rosmah tidak akan berakhir tetapi yang ruginya adalah orang Melayu beragama Islam yang tidak pernah tamat untuk menjatuhkan Perdana Menteri-Perdana Menteri Melayu. Jangan kerana kisah wanita-wanita yang disebutkan di atas sehingga kita orang Melayu terlupa tanggungjawab kita yang lebih besar lagi iaitu meningkatkan syiar Islam di negara ini. Islam sebagai agama rasmi negara ini periu diperteguhkan baharulah kita mampu menjaga kepentingan bangsa dan sebuah negara.

Khamis, 24 Februari 2011

Dinasti SAUDI Satu Trah (keturunan) Dengan Yahudi [Versi Indonesia]

Picture
Dinasti SAUD Satu Trah Dengan Yahudi?

Sikap apatis Negara-negara Arab seperti Mesir, Yordania, khususnya Arab Saudi, mengundang kecurigaan umat Islam. Bagimana mungkin mereka bungkam menyaksikan pembantaian saudara Muslim yang berlangsung di depan matanya, dilakukan oleh musuh abadi zionis Israel la’natullah? Penelitian dan Penelusuran seorang Mohammad Shakher, yang akhirnya dibunuh oleh rezim Saudi karena temuannya yang menggemparkan, agaknya menuntun kita menemukan jawabnya.

Shakher menulis buku berjudul ‘Ali Saud min Aina wa Ila Aina?’ membongkar apa di balik bungkamnya penguasa Khadimul Haramaian setiapkali berhadapan dengan konflik Palestina-Israel. Buku ini juga menemukan fakta baru, mengenai asal muasal Dinasti Saudi. Bagaimanakah runut garis genealoginya? Benarkah mereka berasal dari trah Anza Bin Wael, keturunan Yahudi militan?

Informasi buku ini mencekam sekaligus mencengangkan. Sulit dipercaya, sebuah dinasti yang bernaung di bawah kerajaan Islam Saudiyah bisa melakukan kebiadaban iblis dengan melakukan pembakaran masjid sekaligus membunuh jamaah shalat yang berada di dalamnya. Jika isi buku yang terbit 3 Rabi’ul Awal 1401 H (1981 M) ini ‘terpaksa’ dipercaya, karena faktanya yang jelas, maka kejahatan Kerajaan Saudi Arabia terhadap kabilah Arab dahulu, persis seperti kebuasan zionis Israel membantai rakyat Muslim di Jalur Gaza.

Picture
Melacak Asal Dinasti Saudi 

Dalam silsilah resmi kerajaan Saudi Arabia disebutkan, bahwa Dinasti Saudi Arabia bermula sejak abad ke dua belas Hijriyah atau abad ke delapan belas Masehi. Ketika itu, di jantung Jazirah Arabia, tepatnya di wilayah Najd yang secara historis sangat terkenal, lahirlah Negara Saudi yang pertama yang didirikan oleh Imam Muhammad bin Saud di “Ad-Dir’iyah”, terletak di sebelah barat laut kota Riyadh pada tahun 1175 H./1744 M., dan meliputi hampir sebagian besar wilayah Jazirah Arabia.

Negara ini mengaku memikul tanggung jawab dakwah menuju kemurnian Tauhid kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala, mencegah prilaku bid’ah dan khurafat, kembali kepada ajaran para Salafus Shalih dan berpegang teguh kepada dasar-dasar agama Islam yang lurus. Periode awal Negara Saudi Arabia ini berakhir pada tahun 1233 H./1818 M.

Periode kedua dimulai ketika Imam Faisal bin Turki mendirikan Negara Saudi kedua pada tahun 1240 H./1824 M. Periode ini berlangsung hingga tahun 1309 H/1891 M. Pada tahun 1319 H/1902 M, Raja Abdul Aziz berhasil mengembalikan kejayaan kerajaan para pendahulunya, ketika beliau merebut kembali kota Riyad yang merupakan ibukota bersejarah kerajaan ini.

Semenjak itulah Raja Abdul Aziz mulai bekerja dan membangun serta mewujudkan kesatuan sebuah wilayah terbesar dalam sejarah Arab modern, yaitu ketika berhasil mengembalikan suasana keamanan dan ketenteraman ke bagian terbesar wilayah Jazirah Arabia, serta menyatukan seluruh wilayahnya yang luas ke dalam sebuah negara modern yang kuat yang dikenal dengan nama Kerajaan Saudi Arabia. Penyatuan dengan nama ini, yang dideklarasikan pada tahun 1351 H/1932 M, merupakan dimulainya fase baru sejarah Arab modern.

Raja Abdul Aziz Al-Saud pada saat itu menegaskan kembali komitmen para pendahulunya, raja-raja dinasti Saud, untuk selalu berpegang teguh pada prinsip-prinsip Syariah Islam, menebar keamanan dan ketenteraman ke seluruh penjuru negeri kerajaan yang sangat luas, mengamankan perjalanan haji ke Baitullah, memberikan perhatian kepada ilmu dan para ulama, dan membangun hubungan luar negeri untuk merealisasikan tujuan-tujuan solidaritas Islam dan memperkuat tali persaudaraan di antara seluruh bangsa arab dan kaum Muslimin serta sikap saling memahami dan menghormati dengan seluruh masyarakat dunia.

Di atas prinsip inilah, para putra beliau sesudahnya mengikuti jejak-langkahnya dalam memimpin Kerajaan Saudi Arabia. Mereka adalah: Raja Saud, Raja Faisal, Raja Khalid, Raja Fahd, dan Pelayan Dua Kota Suci Raja Abdullah bin Abdul Aziz.

Picture
Dinasti Sa’udi Trah Yahudi

Namun, di masa yang jauh sebelumnya, di Najd tahun 851 H. Sekumpulan pria dari Bani Al Masalikh, yaitu trah dari Kaum Anza, yang membentuk sebuah kelompok dagang (korporasi) yang bergerak di bidang bisnis gandum dan jagung dan bahan makananan lain dari Irak, dan membawanya kembali ke Najd. Direktur korporasi ini bernama Sahmi bin Hathlool. Kelompok dagang ini melakukan aktifitas bisnis mereka sampai ke Basra, di sana mereka berjumpa dengan seorang pedagang gandum Yahudi bernama Mordakhai bin Ibrahim bin Moshe,

Ketika sedang terjadi proses tawar menawar, Si Yahudi itu bertanya kepada kafilah dagang itu. “Dari manakah anda berasal?” Mereka menjawab, ”Dari Kaum Anza, kami adalah keluarga Bani Al-Masalikh.” Setelah mendengar nama itu, orang Yahudi itu menjadi gembira, dan mengaku bahwa dirinya juga berasal dari kaum keluarga yang sama, tetapi terpaksa tinggal di Bashra, Irak. Karena persengketaan keluarga antara bapaknya dan ahli keluarga kaum Anza.

Setelah itu, Mordakhai kemudian menyuruh budaknya untuk menaikkan keranjang-keranjang berisi gandum, kurma dan makanan lain ke atas pundak unta-unta milik kabilah itu. Hal ini adalah sebuah ungkapan penghormatan bagi para saudagar Bani Al Masalikh itu, dan menunjukkan kegembiraannya karena berjumpa saudara tuanya di Irak. Bagi pedagang Yahudi itu, para kafilah dagang merupakan sumber pendapatan, dan relasi bisnis. Mardakhai adalah saudagar kaya raya yang sejatinya adalah keturunan Yahudi yang bersembunyi di balik roman wajah Arab dari kabilah Al-Masalikh.

Ketika rombongan itu hendak bertolak ke Najd, saudagar Yahudi itu minta diizinkan untuk ikut bersama mereka, kerana sudah lama dia ingin pergi ke tanah asal mereka Najd. Setelah mendengar permintaan lelaki Yahudi itu, kafilah dagang suku Anza itu pun amat berbesar hati dan menyambutnya dengan gembira.

Pedagang Yahudi yang sedang taqiyyah alias nyamar itu tiba di Najd dengan pedati-pedatinya. Di Najd, dia mulai melancarkan aksi propaganda tentang sejatinya siapa dirinya melalui sahabat-sahabat, kolega dagang dan teman barunya dari keturunan Bani Al-Masalikh tadi. Setelah itu, disekitar Mordakhai, berkumpullah para pendukung dan penduduk Najd. Tetapi tanpa disangka, dia berhadapan dengan seorang ulama yang menentang doktrin dan fahamnya. Dialah Syaikh Shaleh Salman Abdullah Al-Tamimi, seorang ulama kharimatik dari distrik Al-Qasem. Daerah-daerah yang menjadi lokasi disseminasi dakwahnya sepanjang distrik Najd, Yaman, dan Hijaz.

Oleh karena suatu alasan tertentu, si Yahudi Mordakhai itu -yang menurunkan Keluarga Saud itu- berpindah dari Al Qasem ke Al Ihsa. Di sana, dia merubah namanya dari Mordakhai menjadi Markhan bin Ibrahim Musa. Kemudian dia pindah dan menitip di sebuah tempat bernama Dir’iya yang berdekatan dengan Al-Qateef. Di sana, dia memaklumatkan propaganda dustanya, bahwa perisai Nabi Saw telah direbut sebagai barang rampasan oleh seorang pagan (musyrikin) pada waktu Perang Uhud antara Arab Musyrikin dan Kaum Muslimin. Katanya, “Perisai itu telah dijual oleh Arab musyrikin kepada kabilah kaum Yahudi bernama Banu Qunaiqa’ yang menyimpannya sebagai harta karun.”

Selanjutnya dia mengukuhkan lagi posisinya di kalangan Arab Badwi melalui cerita-cerita dusta yang menyatakan bagaimana Kaum Yahudi di Tanah Arab sangat berpengaruh dan berhak mendapatkan penghormatan tinggi Akhirnya, dia diberi suatu rumah untuk menetap di Dlir’iya, yang berdekatan Al-Qatef. Dia berkeinginan mengembangkan daerah ini sebagai pusat Teluk Persia. Dia kemudian mendapatkan ide untuk menjadikannya sebagai tapak atau batu loncatan guna mendirikan kerajaan Yahudi di tanah Arab. Untuk memuluskan cita-citanya itu, dia mendekati kaum Arab Badwi untuk menguatkan posisinya, kemudian secara perlahan, dia mensohorkan dirinya sebagai raja kepada mereka.

Kabilah Ajaman dan Kabilah Bani Khaled, yang merupakan penduduk asli Dlir’iya menjadi risau akan sepak terjang dan rencana busuk keturunan Yahudi itu. Mereka berencana menantang untuk berdebat dan bahkan ingin mengakhiri hidupnya. Mereka menangkap saudagar Yahudi itu dan menawannya, namun berhasil meloloskan diri.

Saudagar keturunan Yahudi bernama Mordakhai itu mencari suaka di sebuah ladang bernama Al-Malibed Gushaiba yang berdekatan dengan Al Arid, sekarang bernama Riyadh. Disana dia meminta suaka kepada pemilik kebun tersebut untuk menyembunyikan dan melindunginya. Tuan kebun itu sangat simpati lalu memberikannya tempat untuk berlindung. Tetapi tidak sampai sebulan tinggal di rumah pemilik kebun, kemudian Yahudi itu secara biadab membantai tuan pelindungnya bersama seluruh keluarganya.

Sungguh bengis, air susu dibalas dengan air aki campur tuba. Mordakhai memang pandai beralibi, dia katakan bahwa mereka semua telah dibunuh oleh pencuri yang menggarong rumahnya. Dia juga berpura-pura bahwa dia telah membeli kebun tersebut dari tuan tanah sebelum terjadinya pembantaian tersebut. Setelah merampas tanah tersebut, dia menamakannya Al-Dlir’iya, sebuah nama yang sama dengan tempat darimana ia terusir dan sudah ditinggalkannya.

Keturunan Yahudi bernama Mordakhai itu dengan cepat mendirikan sebuah markas dan ajang rendezvous bernama “Madaffa” di atas tanah yang dirampasnya itu. Di markas ini dia mengumpulkan para pendekar dan jawara propaganda (kaum munafik) yang selanjutnya mereka menjadi ujung tombak propaganda dustanya. Mereka mengatakan bahwa Mordakhai adalah Syaikh-nya orang-orang keturunan Arab yang disegani. Dia menabuh genderang perang terhadap Syaiikh Shaleh Salman Abdulla Al-Tamimi, musuh tradisinya. Akhirnya, Syeikh Shaleh Salman terbunuh di tangan anak buah Mordakhai di Masjid Al-Zalafi.

Mordakhai berhasil dan puas hati dengan aksi-aksinya. Dia berhasil menjadikan Dlir’iya sebagai pusat kekuasaannya. Di tempat ini, dia mengamalkan poligami, mengawini puluhan gadis, melahirkan banyak anak yang kemudian dia beri nama dengan nama-nama Arab.

Walhasil, kaum kerabatnya semakin bertambah dan berhasil menghegemoni daerah Dlir’iya di bawah bendera Dinasti Saud. Mereka acapkali melakukan tindak kriminal, menggalang beragam konspirasi untuk menguasai semenanjung Arab. Mereka melakukan aksi perampasan dan penggarongan tanah dan ladang penduduk setempat, membunuh setiap orang yang mencoba menentang rencana jahat mereka. Dengan beragam cara dan muslihat mereka melancarkan aksinya. Memberikan suap, memberikan iming-iming wanita dan gratifikasi uang kepada para pejabat berpengaruh di kawasan itu. Bahkan, mereka “menutup mulut” dan “membelenggu tangan” para sejarawan yang mencoba menyingkap sejarah hitam dan merunut asal garis trah keturunan mereka kepada kabilah Rabi’a, Anza dan Al-Masalikh.

Picture
Sekte Wahhabi

Namun, di masa yang jauh sebelumnya, di Najd tahun 851 H. Sekumpulan pria dari Bani Al Masalikh, yaitu trah dari Kaum Anza, yang membentuk sebuah kelompok dagang (korporasi) yang bergerak di bidang bisnis gandum dan jagung dan bahan makananan lain dari Irak, dan membawanya kembali ke Najd. Direktur korporasi ini bernama Sahmi bin Hathlool. Kelompok dagang ini melakukan aktifitas bisnis mereka sampai ke Basra, di sana mereka berjumpa dengan seorang pedagang gandum Yahudi bernama Mordakhai bin Ibrahim bin Moshe,

Ketika sedang terjadi proses tawar menawar, Si Yahudi itu bertanya kepada kafilah dagang itu. “Dari manakah anda berasal?” Mereka menjawab, ”Dari Kaum Anza, kami adalah keluarga Bani Al-Masalikh.” Setelah mendengar nama itu, orang Yahudi itu menjadi gembira, dan mengaku bahwa dirinya juga berasal dari kaum keluarga yang sama, tetapi terpaksa tinggal di Bashra, Irak. Karena persengketaan keluarga antara bapaknya dan ahli keluarga kaum Anza.

Setelah itu, Mordakhai kemudian menyuruh budaknya untuk menaikkan keranjang-keranjang berisi gandum, kurma dan makanan lain ke atas pundak unta-unta milik kabilah itu. Hal ini adalah sebuah ungkapan penghormatan bagi para saudagar Bani Al Masalikh itu, dan menunjukkan kegembiraannya karena berjumpa saudara tuanya di Irak. Bagi pedagang Yahudi itu, para kafilah dagang merupakan sumber pendapatan, dan relasi bisnis. Mardakhai adalah saudagar kaya raya yang sejatinya adalah keturunan Yahudi yang bersembunyi di balik roman wajah Arab dari kabilah Al-Masalikh.

Ketika rombongan itu hendak bertolak ke Najd, saudagar Yahudi itu minta diizinkan untuk ikut bersama mereka, kerana sudah lama dia ingin pergi ke tanah asal mereka Najd. Setelah mendengar permintaan lelaki Yahudi itu, kafilah dagang suku Anza itu pun amat berbesar hati dan menyambutnya dengan gembira.

Pedagang Yahudi yang sedang taqiyyah alias nyamar itu tiba di Najd dengan pedati-pedatinya. Di Najd, dia mulai melancarkan aksi propaganda tentang sejatinya siapa dirinya melalui sahabat-sahabat, kolega dagang dan teman barunya dari keturunan Bani Al-Masalikh tadi. Setelah itu, disekitar Mordakhai, berkumpullah para pendukung dan penduduk Najd. Tetapi tanpa disangka, dia berhadapan dengan seorang ulama yang menentang doktrin dan fahamnya. Dialah Syaikh Shaleh Salman Abdullah Al-Tamimi, seorang ulama kharimatik dari distrik Al-Qasem. Daerah-daerah yang menjadi lokasi disseminasi dakwahnya sepanjang distrik Najd, Yaman, dan Hijaz.

Oleh karena suatu alasan tertentu, si Yahudi Mordakhai itu -yang menurunkan Keluarga Saud itu- berpindah dari Al Qasem ke Al Ihsa. Di sana, dia merubah namanya dari Mordakhai menjadi Markhan bin Ibrahim Musa. Kemudian dia pindah dan menitip di sebuah tempat bernama Dir’iya yang berdekatan dengan Al-Qateef. Di sana, dia memaklumatkan propaganda dustanya, bahwa perisai Nabi Saw telah direbut sebagai barang rampasan oleh seorang pagan (musyrikin) pada waktu Perang Uhud antara Arab Musyrikin dan Kaum Muslimin. Katanya, “Perisai itu telah dijual oleh Arab musyrikin kepada kabilah kaum Yahudi bernama Banu Qunaiqa’ yang menyimpannya sebagai harta karun.”

Selanjutnya dia mengukuhkan lagi posisinya di kalangan Arab Badwi melalui cerita-cerita dusta yang menyatakan bagaimana Kaum Yahudi di Tanah Arab sangat berpengaruh dan berhak mendapatkan penghormatan tinggi Akhirnya, dia diberi suatu rumah untuk menetap di Dlir’iya, yang berdekatan Al-Qatef. Dia berkeinginan mengembangkan daerah ini sebagai pusat Teluk Persia. Dia kemudian mendapatkan ide untuk menjadikannya sebagai tapak atau batu loncatan guna mendirikan kerajaan Yahudi di tanah Arab. Untuk memuluskan cita-citanya itu, dia mendekati kaum Arab Badwi untuk menguatkan posisinya, kemudian secara perlahan, dia mensohorkan dirinya sebagai raja kepada mereka.

Kabilah Ajaman dan Kabilah Bani Khaled, yang merupakan penduduk asli Dlir’iya menjadi risau akan sepak terjang dan rencana busuk keturunan Yahudi itu. Mereka berencana menantang untuk berdebat dan bahkan ingin mengakhiri hidupnya. Mereka menangkap saudagar Yahudi itu dan menawannya, namun berhasil meloloskan diri.

Saudagar keturunan Yahudi bernama Mordakhai itu mencari suaka di sebuah ladang bernama Al-Malibed Gushaiba yang berdekatan dengan Al Arid, sekarang bernama Riyadh. Disana dia meminta suaka kepada pemilik kebun tersebut untuk menyembunyikan dan melindunginya. Tuan kebun itu sangat simpati lalu memberikannya tempat untuk berlindung. Tetapi tidak sampai sebulan tinggal di rumah pemilik kebun, kemudian Yahudi itu secara biadab membantai tuan pelindungnya bersama seluruh keluarganya.

Sungguh bengis, air susu dibalas dengan air aki campur tuba. Mordakhai memang pandai beralibi, dia katakan bahwa mereka semua telah dibunuh oleh pencuri yang menggarong rumahnya. Dia juga berpura-pura bahwa dia telah membeli kebun tersebut dari tuan tanah sebelum terjadinya pembantaian tersebut. Setelah merampas tanah tersebut, dia menamakannya Al-Dlir’iya, sebuah nama yang sama dengan tempat darimana ia terusir dan sudah ditinggalkannya.

Keturunan Yahudi bernama Mordakhai itu dengan cepat mendirikan sebuah markas dan ajang rendezvous bernama “Madaffa” di atas tanah yang dirampasnya itu. Di markas ini dia mengumpulkan para pendekar dan jawara propaganda (kaum munafik) yang selanjutnya mereka menjadi ujung tombak propaganda dustanya. Mereka mengatakan bahwa Mordakhai adalah Syaikh-nya orang-orang keturunan Arab yang disegani. Dia menabuh genderang perang terhadap Syaiikh Shaleh Salman Abdulla Al-Tamimi, musuh tradisinya. Akhirnya, Syeikh Shaleh Salman terbunuh di tangan anak buah Mordakhai di Masjid Al-Zalafi.

Mordakhai berhasil dan puas hati dengan aksi-aksinya. Dia berhasil menjadikan Dlir’iya sebagai pusat kekuasaannya. Di tempat ini, dia mengamalkan poligami, mengawini puluhan gadis, melahirkan banyak anak yang kemudian dia beri nama dengan nama-nama Arab.

Walhasil, kaum kerabatnya semakin bertambah dan berhasil menghegemoni daerah Dlir’iya di bawah bendera Dinasti Saud. Mereka acapkali melakukan tindak kriminal, menggalang beragam konspirasi untuk menguasai semenanjung Arab. Mereka melakukan aksi perampasan dan penggarongan tanah dan ladang penduduk setempat, membunuh setiap orang yang mencoba menentang rencana jahat mereka. Dengan beragam cara dan muslihat mereka melancarkan aksinya. Memberikan suap, memberikan iming-iming wanita dan gratifikasi uang kepada para pejabat berpengaruh di kawasan itu. Bahkan, mereka “menutup mulut” dan “membelenggu tangan” para sejarawan yang mencoba menyingkap sejarah hitam dan merunut asal garis trah keturunan mereka kepada kabilah Rabi’a, Anza dan Al-Masalikh.

PictureFakta Menggemparkan

Sejumlah kesaksian yang meyakinkan bahwa Keluarga Saud merupakan keturunan Yahudi, dapat dibuktikan melalui fakta-fakta berikut ini. Pada tahun 1960-an, pemancar radio “Sawtul Arab” di Kairo, Mesir, dan pemancar radio di Sana’a, Yaman, membuktikan bahwa nenek moyang Keluarga Saudi adalah dari trah Yahudi

Raja Faisal Al-Saud tidak bisa menyanggah bahwa keluarganya adalah keluarga Yahudi ketika memberitahukan kepada The Washington Post pada tanggal 17 September 1969, dengan menyatakan bahwa: “Kami, Keluarga Saudi adalah keluarga Yahudi. Kami sepenuhnya tidak setuju dengan setiap penguasa Arab atau Islam yang memperlihatkan permusuhannya kepada Yahudi, sebaliknya kita harus tinggal bersama mereka dengan damai. Negeri kami, Saudi Arabia merupakan sumber awal Yahudi dan nenek-moyangnya, dari sana menyebar ke seluruh dunia”.

Pernyataan ini keluar dari lisan Raja Faisal Al-Saud bin Abdul Aziz. Hafez Wahbi, Penasihat Hukum Keluarga Kerajaan Saudi menyebutkan di dalam bukunya yang berjudul ‘Semenanjung Arabia’ bahwa Raja Abdul Aziz yang mati tahun 1953 mengatakan:

“Pesan Kami (Pesan Saudi) dalam menghadapi oposisi dari suku-suku Arab, kakekku, Saud Awal, menceriterakan saat menawan sejumlah Syaiikh dari suku Mathir, dan ketika kelompok lain dari suku yang sama datang untuk menengahi dan meminta membebaskan semua tawanannya. Saud Awal memberikan perintah kepada orang-orangnya untuk memenggal kepala semua tawanannya, kemudian mempermalukan dan menurunkan nyali para penengah dengan cara mengundang mereka ke jamuan makan. Makanan yang dihidangkan adalah daging manusia yang sudah dimasak, potongan kepala tawanan diletakkan di atas piring.”

Para penengah menjadi terkejut dan menolak untuk makan daging saudara mereka sendiri. Karena mereka menolak untuk memakannya, Saud Awal memerintahkan memenggal kepala mereka juga. Itulah kejahatan yang sangat mengerikan yang telah dilakukan oleh orang yang mengaku dirinya sendiri sebagai raja kepada rakyat yang tidak berdosa, kesalahan mereka karena menentang terhadap kebengisannya dan memerintah dengan sewenang-wenang.

Hafez Wahbi selanjutnya menyatakan bahwa, berkaitan dengan kisah nyata berdarah yang menimpa Shyaikh suku Mathir, dan sekelompok suku Mathir yang mengunjunginya dalam rangka meminta pembebasan pimpinan mereka yang menjadi tawanan Raja Abdul Aziz Al-Saud bernama Faisal Al-Darwis. Diceriterakannya kisah itu kepada utusan suku Mathir dengan maksud mencegah agar mereka tidak meminta pembebasan pimpinan mereka, bila tidak, mereka akan diperlakukan sama. Dia bunuh Syaikh Faisal Darwis dan darahnya dipakai untuk berwudlu sebelum dia shalat.

Kesalahan Faisal Darwis waktu itu hanya karena dia mengeritik Raja Abul Aziz Al-Saud. Ketika raja menandatangani dokumen yang disiapkan penguasa Inggris pada tahun 1922 sebagai pernyataan memberikan Palestina kepada Yahudi, tandatangannya dibubuhkan dalam sebuah konferensi di Al-Qir tahun 1922.

Sistem rejim Keluarga Yahudi (Keluarga Saudi) dulu dan sekarang masih tetap sama. Tjuannya, untuk merampas kekayaan negara, merampok, memalsukan, melakukan semua jenis kekejaman, ketidakadilan, penghujatan dan penghinaan, yang kesemuanya itu dilaksanakan sesuai dengan ajaran Sekte Wahhabi yang membolehkan memenggal kepala orang yang menentang ajarannya. Wallahu a’lam bis shawab

Rabu, 23 Februari 2011

Kejahatan Yahudi pada kaabah

Yahudi sangat kejam dari  yang kita jangkakan. Kita heboh jika Yahudi nak bina terowong di bawah masjidil Aqsa namun tanpa kita sedari mereka telah melakukan sesuatu yang cukup melukakan Allah dan Rasulnya




Tiang kaabah asli



Pekerja  baik pulih kaabah

Kisahnya begini pada tahun 1996 - 1997 berlaku kerja baik pulih kaabah. ianya bermula setelah pihak Amerika scan melalui satelit dan memberitahu bahawa bangunan Kaabah sudahpun senget dan tidak stabil serta membahayakan orang ramai, maka pihak berkuasa Arab Saudi membuat baik pulih keseluruhannya. Pada peringkat permulaannya berjalan dengan lancar, tetapi setelah sampai pada penukaran tiang utama kontraktor yang melakukannya mengalami masalah untuk mendirikan semula bangunan ini, yang akhirnya tiang yang dilihat bengkok dan tidak stabil digunapakai kembali, manakala batu dindingnya telah dibuang ke laut.

begitulah kisah kejahatan Yahudi pada kaabah yang sangat halus tak disedari umat Islam. semoga Imam Mahdi dan Putra Bani Tamim segera membersihkan dan membebaskan kaabah.