BLOG BERPINDAH


kepada pembaca setia blog ini.
Blog ini telah berpindah ke alamat


http://futopsecret.blogspot.com

Sabtu, 29 Oktober 2011

HIEROGLIF, NABI IDRIS DAN MESIR PURBA?

Peradaban Mesir Purba telah ada, sebelum 70.000 tahun yang lalu. Hal tersebut berdasarkan kepada penemuan naskah kuno di dalam Piramid Besar Khufu (Cheops) di Giza, yang mengatakan piramid dibangun ‘pada waktu gugusan bintang Lyra berada di gugusan Cancer‘. Menurut sejarawan, Abu Said El Balkhi, peristiwa tersebut terjadi pada sekitar 72.000 tahun sebelum Hijrah Nabi.
Pendirian Piramid, erat hubungannya dengan pemujaan bangsa Mesir purba terhadap Oziris (Osiris), yang dipercaya sebagai jelmaan Orion yang kemudian menjadi dewa kematian. Dalam relief-relief di piramid yang ditemui, Oziris gambarkan sebagai dewa yang mengenakan mahkota putih tinggi. Denganh kesaktiannya, Oziris dengan mudah dapat membinasakan bumi dan isinya.
Masyarakat Mesir Purba juga percaya bahawa dewa-dewa di langit itu harus mempunyai singgahsana di bumi. Atas dasar latar belakang itulah, kemudian Kompleks Piramid Giza dibangun. Tentu karena untuk Oziris, maka pembinaan kedudukan setiap piramidnya dibuat sedemikian rupa agar mirip dengan kedudukan gugusan bintangnya. Termasuklah membangunkan penjaganya, yakni makhluk berbadan singa berkepala manusia
Oziris, sejatinya adalah Nabi Idris ?

Syaikh Thanthawi Jauhari di dalam Tafsir Jawahir-nya menafsirkan bahawa yang dimaksud dengan IDRIS ialah Oziris atau Azoris, dan kalimat Idris adalah ucapan nama itu dalam bahasa Arab. Serupa juga dengan Yesoa diucapkan dalam bahasa Arab dengan Isa; Yohannes diucapkan dalam bahasa Arab, Yahya.

Menurut Syaikh Thanthawi, Oziris atau Idris ini seorang Nabi yang diutus Allah kepada bangsa Mesir purba kala dan membawa ajaran-ajaran dan perubahan yang besar-besar.
Di dalam sejarah Mesir Purba disebutkan bahwa Oziris (Idris) itu meninggal karena di bunuh oleh saudaranya sendiri karena dengki akan pengaruhnya yang besar. Lalu dipotong-potong badannya untuk dihancurkan. Tetapi sepotong dari badan itu dipelihara oleh isterinya dan diawtkan; pengawetan mayat itulah kelak yang menjadi kepandaian yang utama dari orang Mesir purbakala.
Syaikh Thanthawi menghuraikan dengan panjang lebar, bahawa di zaman purbakala bangsa Mesir itu di antara Kerajaan dengan agama adalah satu, sehingga Idris itu pun merangkap juga raja. Itulah sebab dia didengki oleh saudaranya. Namun setelah dia mati orang Mesir memuliakan sekalian jasanya yang besar- besar.

Kata dongeng mereka, setelah seorang raja besar atau orang besar mati, bersidanglah hakim-hakim 42 orang banyak anggotanya memusyawaratkan dan mempertimbangkan tentang kebaikan atau keburukan raja semasa hidup-nya. Rupanya kebaikan Oziris atau Idris itu lebih banyak dan lebih berat dari pada keburukannya; maka ditempatkanlah dia pada tempat yang amat tinggi dan agung di alam lain.
Sayid Quthub di dalam “Fi Zhilalil Quran“pun memberatkan pendapatnya kepada pendapat Syaikh Thanthawi Jauhari ini, bahwa besar kemungkinan bahwa Idris ialah Oziris yang ternama dalam Sejarah Mesir Purbakala itu.

Di dalam tafsir-tafsir yang lama sejak Thabari, ar-Razi, al-Qurthubi, Ibnu Katsir dan yang sezaman tidak ditemui kemungkinan Oziris itu, dan baru bertemu pada Tafsir Syaikh Thanthawi Jauhari pada sekitar tahun 1928, atau pada Tafsir Sayid Quthub selepas tahun 1955.

Hal ini diksebabkan oleh, Ilmu hasil penyelidikan kebudayaan dan Peradaban Bangsa Mesir Kuno, yang dikenal dengan nama “Egyptologi” baru berkembang sejak permulaan Abad Kesembilan belas, sejak para sarjana dapat membuka kunci rahsia Huruf Hieroglyph, huruf bangsa Mesir Purba itu.

Dari hasil penyelidikan yang baru berusia 165 tahun itu-lah didapati cerita tentang orang besar Mesir yang bernama Oziris itu. Dan ajaran-ajaran Oziris yang didapat dari huruf-huruf Kuno itu bertemu pokok ajaran Tauhid. Cuma setelah lama kemudian sepeninggal baginda, setelah pada mulanya hakim-hakim mengakui bahawa jasanya sangat besar, maka beliau di tempatkan di tempat yang Maha Tinggi di alam lain, yang pada akhirnya dipertuhankan, dipuja dan disembah.

Dengan mengkaitkan Nabi Idris sebagai Oziris, jika dilihat dari masa kehidupannya, maka maklumat sebagai berikut diperoleh:
1. Nabi Adam
Dianggarkan masa kehidupannya, sebelum 200.000 tahun yang lalu, bahkan ada pendapat yang mengatakan beliau telah ada sejak jutaan tahun yang lalu 


2. Nabi Idris
Dianggarkan masa kehidupannya, sebelum 70.000 tahun yang lalu.

3. Nabi Nuh
Dianggarkan masa kehidupannya, sebelum 13.000 tahun yang lalu.
Pendapat yang mengatakan, sesungguhnya Nabi Idris adalah moyang Nabi Nuh mungkin ada benarnya. Akan tetapi jarak diantara keduanya, bukan hanya 3 atau 4 generasi (seperti yang dipahami selama ini), melainkan telah mencapai jarak puluhan, bahkan mungkin ratusan generasi.

Dan ingatlah di dalam Kitab darihal Idris. Sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat benar, lagi seorang Nabi” (QS. Maryam (19) ayat 56).

WaLlahu a’lamu bishshawab